Memperpanjang Usia Battery

Dunia ini sudah penuh benda elektronik, serba nir kabel. Sayangnya satu yang nda bisa nir kabel, catu dayanya, maka harus memakai battery lah alat-alat disekeliling kita ini. Alat-alat ini sudah sebegitu membelenggu kita, sehingga kita sangat tergantung pada benda ini. Sayang, battery itu tidak bisa selamanya hidup seumur dengan alat yang diberi daya itu. Nah, ini sedikit tips untuk memperpanjang penggunaan battery, yang sudah tidak mampu “nyimpan” tenaga lagi sehingga sering “nge-drop”. Kenapa sih susah payah di perpanjang ? karena battery ini lumayan mahal, untuk hape tidak begitu mahal, tapi untuk notebook/laptop ? Bisa berharga 1 jt lebih tuh.

Tips ini saya temukan dari mengacak-acak internet sekitar tahun 99 ato 2000. Waktu itu saya pingin memperbaiki kinerja battery nge drop milik hape saya yang masih menggunakan NiCad (belum ada tuh litum, kalo ada pun masih hape highend dan mahal), maklum kalau beli sayang duitnya.

Prinsip kerjanya sebenarnya sederhana, maap yang jagoan listrik pa elektro kalo salah dibenerin nggih, battery NiCad itu punya memory effect. Misalnya jika kita menggunakan battery (yang diasumsikan kapasistasnya 1000 mAmp), dan pada posisi tinggal 100 mAmp kita re charge. Maka si battery nih, akan menganggap kapasistas 100% nya adalah 900 mAmp. Nah di saat lain, ketika masih sisa 100 mAmp (lagi), dan kemudian di recharge lagi maka si battery ini jadi menganggap kapasitas 100% nya adalah 800 mAmp (ingat tadi kan sudah dikurangi 100 mAmp di depan). Nah proses ini ber ulang-ulang. Jadilah si battery ini gampang nge drop, karena si battery nganggap 100% nya adalah tinggal 200 mAmp misalnya, jelas aja akan nge drop.

Kenapa begitu? Karena si hape atau notebook ini kan menggunakan energi yang besar, ketika sisa 100 mAmp sudah nda kuat untuk ngangkat alat ini untuk berfungsi, dan akan di indikasikan low battery dan butuh di charge (ini semua contoh sederhana aja lho, detail teknis saya nda jelas, terus terang aja). Maka kita mesti nge charge.

Battery Litium ni lebih canggih lagi, dia nda punya memory effect. Kata tulisan2 yang saya baca lho. Tapi, seiring kita menggunakan, ada masanya juga dia akan rusak (ada life cycle nya). Efeknya kok jadi mirip yang Nicad ya, nda bisa nyimpan banyak lagi.

Nah ini nih obatnya. Prinsipnya adalah menguras memory yang ada di battery itu agar bener-bener habis sampai 0 (atau mendekati 0 – nol) mAmp. Nah bagimana caranya ? karena kalo dengan notebook atau hape mereka mempunyai tenaga terlalu besar. Sederhana, kita gunakan lampu cabe. Ini lampu kecil, bentuknya memang kaya cabe. Biasanya digunakan untuk lampu sudut mobil, warnanya ada macem-macem. Hijau, merah, clear, kuning ….hmm apa lagi ya ? Lampu ini datang dengan membawa ujung sudah berkabel. Kenapa lampu cabe ? Kalo nda salah voltase nya 12 V, nda kebakar kalo di tanceping di battery hape bahkan accu mobil, tetapi hanya butuh sedikit tenaga (kecil Amp nya). Si lampu cabe ini kita tancapkan ke battery hape ato notebook yang sudah kita lepas ke kutub (+) dan (-) nya. Cari logam (peniti misalnya) atau konektor kabel kecil (bentuk pipih kecil) yang bisa kita masukkan di konektor di battery itu, yang kemudian kita hubungkan dengan kaki (kabel) si lampu cabe. Biasanya battery notebook punya banyak konektor, kalo tidak salah itu untuk komunikasi dengan si notebooknya. Nah kebanyakan notebook yang saya punyai selalu terletak di sisi terluar itu adalah postif/negativ nya. Nah tandanya sudah benar colokannya, jelas si lampu bakalan nyala. Diamkan saja sampai si lampu ini mati dengan sendirinya. Jangan ditunggu sambil ngopi ya, bakalan habis sekaleng kopi. Haha, karena bakalan lama sampai battery ini ter kuras habis oleh si cabe ini. Saya kadang harus biarkan 12 – 24 jam.

Setelah proses menguras habis. Pasang kembali battery ini. Charge sampai full di notebook anda. Gunakan sampai benar-benar habis, kemudian charge lagi sampai full lagi. Setelah 2-3 kali full charge (dan dipakai sampai habis bis), biasanya kapasistas battery akan kembali seperti ketika baru lagi. Namun harus diingat, kerena ini battery sudah lama (biasanya), tentu tidak akan bertahan lama. Setelah 6 bln atau 8 bln, langkah ini harus dilakukan lagi, untuk mengembalikan ke kondisi semula. Harap dimaklumi, bagaimanapun juga, battery ini mempunyai usia hidup. Tapi tindakan ini lumayan untuk sekedar menyambung nafas daripada membeli baru. Terlebih buat para mahasiswa atau pelajar yang dananya pas-pasan. Anda tidak bakaln tergantung colokan kabel lagi. Yah repot dikit lah, nda papa. Namanya juga pingin ngirit. Perhatikan, kadang pada waktu charge pertama kali komputer anda tetap akan membaca kapasistas full batteray anda tetap pada kondisi terakhir sebelum di kuras. Jangan khawatir, setelah 2-3 kali charge memory tersebut akan kembali seperti baru lagi dengan kapasitas benar-benar 100% (ya deket-deket dikit lah).

NOTE : Metode ini tidak pernah direkomendasikan oleh pabrikan. Lakukan tips ini dengan penuh kesadaran, jika anda kawatir merusak komputer atau hape anda, jangan dilakukan. Tips ini hanyalah percobaan yang dilalukan penulis, dan belum pernah di uji oleh ahli nya untuk masalah keamanan bagi alat bersangkutan (hape atau notebook). Di coba pada Dell Latitude dan Compaq Presario (keduanya lupa seri nya, tapi sekitar komputer produksi th 2000), Siemens C 35, Siemens M 35, Sonny Ericsson T 610, Compaq Presario 1200 AP (produksi 2005), dan beberapa notebook milik teman penulis.

Biar battery awet ? Dari baca sana sini, dan pengalaman sendiri ada yang harus di perhatikan. Satu, kalau nge charge battery, usahakan sampai full. Dua, kalau sudah full segera cabut adapter nya dari colokan listrik. Tiga, gunakan sampai benar-benar habis baru di charge lagi. Saya biasa bela-belain si komputer shutdown sendiri karena kehabisan, daripada baru low warning sudah saya charge.

5 Responses to Memperpanjang Usia Battery

  1. tonydwisusanto says:

    Nih tulisan mu Win?…Asik juga mbacanya! emang kualitas penulis majalah Komputer kamu Pak Dokter! :)

  2. donlenon says:

    setuju dengan pendapat pak tony, gak mencoba merambah dunia jurnalis pak? atau kirim2 artikel ke majalah komputer, sapa tahu diangkat jadi penulis kolom..

  3. Fani Ayu says:

    Kan udah ya Mas Winny, ya?
    Makasih tips-nya, InsyaAllah tak coba.

  4. Eka F says:

    Pak Winny, LiIon memang tidak punya memory effect. Tapi…LiIon kalau dikuras sampai habis akan mengakibatkan efek “Metalized”. Setelah itu gak bisa di charge lagi :) Jadi…teknik kuras habis cuma bisa untuk yang selain LiIon. CMIIW.

    • wsetyonugroho says:

      ini dia jagoannya. maturnuwun pak firman.
      itu cuma pengalaman saya aja kok, dari notebook yang saya punyai, saya kuras ternyata tidak terkuras habis (kelihatannya) kecuali notebook lama saya. masih bisa di charge lagi (untungnya), dan performanya membaik (nda sama dengan baru) seperti sebelum di discharge, lumayan untuk nabung sebelum akhirnya memang harus beli baterai lagi (atau beli notebook baru)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: