Bangsa Besar

Saya tergelitik melihat fenomena menarik 2 minggu terakhir ini. Olympiade Beijing 2008. Kebetulan siaran nyaris nonstop disiarkan comcast di beberapa chanel yang ada di rumah. Bukan olympiade nya, tetapi si penyelenggara olympiade nya.

Teringat komentar seseorang 8 tahun lalu, olympiade itu menunjukkan kebesaran bangsa tersebut. Olympiade ini menunjukkan kemampuan dan kekayaan negara penyelenggara. Mempertontonkan keunggulan ekonomi negara tersebut.

Memang betul juga, mana bisa negara miskin menyelenggarakan olympiade. Negara Cina sudah berhasil membuktikan bahwa mereka adalah satu diantara beberapa negara besar yang ada di dunia ini. Publik sudah tidak bisa membantah, tanpa mereka harus berkoar-koar. Melihat pembukaan, penutupan, juga prestasi Cina sebagai peraih medali emas terbanyak, orang akan berpikir berkali-kali untuk menentang kebijakan Cina. eh nda ada hubungannya ya ? ada, dan sangat terlihat.

Lihat saja, apapun kebijakan yang CIna lakukan, negara lain hanya berani memprotes tanpa melakukan tindakan yang berarti. Di Amerika banyak penentang kebijakan Cina tentang kemanusiaan dan demokrasi (hahaha), menginginkan pemerintahnya bertindak. Tapi, mana berani. Memboikot produk CIna ? kita sering mecibir made in Cina. hihihi, nda bisa lagi, mereka bisa membuat dari kelas ecek-ecek sampai kelas atas. Produk di Amerika mana ada yang tidak dimasuki produk CIna. Mulai dari paku, kancing baju, baju, elektronik …semua made in Cina. Boikot produk Cina, nda bakalan bisa. Bagaimana penduduk akan memakai baju ? menjahit celana ? membeli barang elektronik ? bakalan kewalahan mereka.

Yah, intinya itu negara besar itu menjadi berwibawa, ditakuti orang. Nah bagaimana dengan Indonesia ? gimana mau jadi bangsa besar ya, urusan sepele aja di buat rumit. Urusan korupsi saja dibuat berbelit-belit, padahal barang yang jelas dan cetho welo-welo kasat moto. Namun penguasa negara dan orang-orang yang berkepentingan itu bisa membolak-balik kata dan peraturan yang ada sehingga membuat bingung rakyat (harapannya), tapi kok ya kebangeten. Orang nda bodo lagi, nda bisa ditipu kaya’ anak kecil dikasih permen, tapi tetep saja mereka memperagakan gaya yang sama. Penduduk jadi apatis terhadap negaranya sendiri, dan akibatnya akan bertindak untuk diri sendiri dan tidak memperdulikan bangsanya lagi. Gimana mau berpartisipasi, jika kondisinya masih seperti itu ?

eh, Indonesia dapat berapa emas sih ? kalah sama Thailand bukan ? hihi. Menyesakkan dada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: