Sudut Pandang dalam Pemberitaan

Ini bukan analisa politik lho ya, hanya sekedar keheranan saja terhadap pemberitaan media masa di kota saya. Seringkali ada pemberitaan seperti berikut: Bapak X meninggal dunia karena tertabrak mobil ketika mengendarai sepedanya di jalan Y. Menurut saksi mata, bapak X dari arah selatan menyeberang jalan. Tiba-tiba dari arah utara, datang mobil dengan kecepatan tinggi menghantam bapak x dengan sepedanya. Bapak X meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Coba, adakah yang janggal di petikan berita yang semacam ini ?

Bandingkan dengan contoh berita berikut ini : Kejadian bermula saat motor Z bernopol XXX mencoba menyalip kontainer yang dikendarai oleh Bapak YY. Saat menyalip, motor Z bersenggolan dengan motor yang berlawanan arah. Naasnya, motor Z jatuh tepat di bawah ban belakang kontainer tersebut. Z pun langsung tewas terlindas ban belakang kontainer tersebut.

Pada berita pertama, kesan yang diperoleh pembaca tentunya adalah si pengendara mobil yang ngawur berkecepatan tinggi. Tapi bagaimana seandainya si bapak X yang tanpa babibu menengok depan belakang langsung menyebrang jalan ? Mobil kebanyakan tidak bisa tiba-tiba kencang (seperti Ferari yang dalam waktu 5 detik bisa mencapai 100 km/jam), mobil tersebut bisa saja berjalan 60 km/jam sudah sejak beberapa waktu, dan tidak tiba-tiba kencang. Kasihan si pengendara mobil yang bisa jadi tidak tau menahu, tiba-tiba 4 m didepannya ada sepeda memotong jalan. Hak si sopir sudah di dlolimi oleh berita itu. Walaupun di sisi lain, juga kasihan si korban meninggal.

Berita kedua nampak lebih netral dalam menyampaikan fakta dilapangan, tidak ada kalimat yang menuduh salah satu benar dan salah satu salah. Berita kedua tidak melukai hak kedua belah pihak. Weitt …jangan ngajak debat lho ya, saya bukan orang hukum. Saya pingin menekankan itulah pentingnya aturan lalu lintas yang baik dan dijalankan oleh semua pengendara jalan.

Coba lihat disekeliling anda, di jalan, apakah anda semua yakin bahwa aturan berlalulintas sudah dijalankan oleh para pengguna jalan ? Apakah semua tanda lalulintas sudah cukup untuk mengatur jalan ? Yah, kalo tidak pernah melihat pembanding memang susah ya.

Tapi coba lihat contohnya, disini (tempat saya menuntut ilmu) tanda STOP misalnya selalu ada di setiap persimpangan jalan non lampu bangjo (lampu lalulintas), atau tiap persimpangan jalan. Artinya orang memang harus komplit stop ketika di tanda itu, ya orang-orang taat juga. Tanda di suatu persimpangan jalan, mana jalur untuk lurus, mana untuk belok kanan atau kiri. Semua jelas. Ada aturan lagi yang jelas bahwa ketika kita berpindah jalur, atau memotong jalur lain maka kita harus pastikan bahwa aman, bebas dan tidak mengganggu pengendara lain. Apa sih artinya pindah jalur ? ya termasuk geser ke jalur lain dengan arah sama, mendahului kendaraan lain di jalur berlawanan (jalur dua arah), ataupun menyebrang jalan. Hak pengendara di jalur itulah yang harus kita hargai, dan hak dialah untuk melaluinya dengan aman tenteram. Kita yang akan menggunakan jalurnya tidak boleh menghilangkan hak pengguna jalur tersebut. Dilain pihak, orang yang ada di jalur tersebut juga diseyogyakan untuk berhati-hati dan memberi jalan buat orang yang akan berpindah jalur. Di aturan ini jelas, bahwa hak utama adalah pada pengguna jalur tersebut, dan pengguna yang akan memotong atau berpindah harus yakin bahwa jalan bebas dan aman. Ah, bingung saya njelasinnya, coba saja klik disini membaca buku petunjuk ujian SIM, buku terlengkap yang pernah saya baca.

Yah intinya itu, kalo aturan yang ada jelas, orang-orang taat pada aturan lalulintas nda ada orang yang terinjak haknya. Siapa ber hak atas sesuatu, dan siapa mempunyai kewajiban tertentu. Sehingga nantinya tidak ada itu saling injak hak orang lain.

Ayo kita taat berlalu lintas

One Response to Sudut Pandang dalam Pemberitaan

  1. donlenon says:

    wah, baru sempat klik sekarang nih pak…

    secara umum saya sangat setuju dengan posting ini, sebab sebuah berita memang tidak boleh ada unsur opini atau malah ‘berat sebelah’. hal itu selain haram juga akan menjatuhkan kredibilitas media yang bersangkutan terutama berhubungan mengenai objektivitas pemberitaan!

    hidup MR X.. Lho?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: