Nota Pembelian

kembalikan barang Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan, itulah tulisan kecil yang biasa terdapat pada bagian bawah nota pembelian di Indonesia. Lain halnya dengan kondisi disini yang tertulis selalu return policy atau return any item in original condition within 30 days. Artinya barang yang sudah dibeli bisa dikembalikan. Entah itu barang pemberian yang notanya diberikan kepada kita sebagai gift, atau pun barang yang kita beli yang dengan alasan kita sendiri ingin kita kembalikan. Nda sulit kok prosedurnya, nda rumit, dan nda ditanya macam-macam. Kembalikan saja pakaian yang masih ada price tag nya, ataupun mainan dalam kotak yang walaupun sudah kita keluarkan tapi kita kembali masukkan ke kotaknya.

Penulis sering melakukan return ini, bukan untuk mencari keuntungan, tapi karena misalnya membeli celana yang ternyata terlalu besar (nda perlu di coba ditempat to), membelikan hadiah buat anak yang ternyata anak saya nda suka, atau belanja di internet dan ternyata salah memasukkan jumlah item (harusnya satu saya klik 2). Jelas posisi yang begitu nyaman bagi konsumen disini. Masalahnya adalah mengapa kondisi itu tidak ada di Indonesia ? Faktor ekonomikah ? atau faktor kepercayaan ? Kalo menurut pendapat penulis, kok ya ini masalah kepercayaan. Saling percaya antara penjual dan pembeli, dan lebih jauh lagi bahwa budaya kejujuran dan saling percaya di dalam komunitas atau masyarakat disini jauh lebih terpupuk daripada di Indonesia. Nah timbul lagi pertanyaan, mengapa di Indonesia orang tidak bisa saling percaya ?

Hayoo mau bilang apa coba, masyarakat yang mengaku sebagai komunitas yang agamis, tetapi tidak bisa saling mempercayai satu sama lain. Si pembeli nda percaya sama penjual karena takut tertipu, tapi dilain pihak si penjual juga nda mau kalo di kerjain sama pembeli nakal.

Nda usah bertele-tele dan membela diri buat yang merasa tersinggung. Itu kenyataan kok. Memalukan memang, tapi sekaligus sesuatu yang harus kita perbaiki bersama. Kita ini semua komponen pembentuk bangsa Indonesia harus mau memperbaiki diri sendiri agar kita bisa saling percaya dan saling menghargai antar sesamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: