Harga BBM Naik dan Demo

Sebenarnya, apakah kita perlu demo dengan adanya kenaikan bbm ? Marilah kita telaah dengan jernih permasalah ini. Eitt…jangan salah sangka ya, saya bukan anti pendemo, juga bukan pendukung pemerintah. Hanya sekedar mendudukkan ke permasalah yang ada.

Ditempat tinggal saya sekarang ini, harga bbm buat mobil bisa berganti-ganti bisa naik bisa turun, yang dalam kondisi sekarang ini naik terus tanpa ada campur tangan dari pemerintah. Jadi tidak ada itu acara demo karena kenaikan harga, karena harga terus merangkak naik. Beda dengan di Indonesia, harga naik kalo pemerintah memerintahkan untuk naik, yang bisa jadi langsung melonjak. Disini, harga tergantung perusahaan akan menjual dengan harga berapa. Dan apakah konsumen mau membeli ato tidak. Tidak punya uang ya tidak jangan membeli.
Fakta di indonesia, bbm itu masih disubsidi oleh pemerintah. Masalah utama itu adalah jika subsidi itu di gunakan oleh orang yang tidak layak mendapat subsidi, misalnya orang yang kaya mempunyai banyak mobil, sering bepergian untuk pleasure, dan menggunakan mobil dengan kapasistas mesin besar. Atau sekedar orang yang memang mampu dengan harga bbm berapapun, mereka akan membelinya. Kondisi ini harus dihitung, berapa persen pengguna yang tidak layak mendapat subsidi, dan berapa persen dari penjualan bbm itu jatuh ketangan mereka. Jangan-jangan jumlah mereka hanya 7 persen, tapi menggunakan 35 persen dari konsumsi total bbm dinegara kita ?
Sense of Crisis. Ini harus ditegakkan juga pada bangsa ini. Harus diingat bahwa bahan bakar asal fosil ini memang ada batasnya. Jumlah di perut bumi juga terus berkurang karena penggunaan oleh umat manusia juga. Dan sesua dengan hukum pasar, jika suply kurang dan permintaan tinggi maka harga akan naik. Jika tidak dihemat, bisa saja akan habis dalam waktu yang lebih cepat, dan mau tidak mau kita juga terkena imbasnya. Kita harus berhemat. Itu harus. Apakah anda kaya atau miskin, tetap harus berhemat. Ini bumi harus kita sayangi dan kita pelihara.
Nah kembali ke kondisi di Indonesia, berapa biaya subsidi yang dikeluarkan pemerintah ? jangan-jangan karena harga minyak dunia yang sangat tinggi menyebabkan anggaran pemerintah habis hanya untuk bayar bbm, bagaimana dengan kesehatan ? bagaimana dengan pendidikan ? bagaimana dengan sektor pangan ? dan lain-lain masih banyak lagi. Kita jangan menutup mata terhadap hal ini. Kalo memang sudah tidak kuat bayar subsidi, mau kita tuntut seperti apa juga tidak bisa.
Tapi, ada tapi dan harus digaris bawahi nih. Pemerintah juga harus melihat diri sendiri. Berapa persen sih penghematan yang bisa dilakukan dengan melakukan efisiensi di lingkungan pemerintah ? Jika korupsi yang memakan 30% anggaran itu bisa dibasmi, maka kebutuhan untuk subsidi tersebut bisa jadi sudah tercukupi. Ya tidak sesederhana itu juga, sebenarnya ada banyak skenario untuk bisa menutup kekurangan tersebut. Misalnya, orang dengan mobil lebih dari satu, atau mempunyai rumah lebih dari satu, mendapatkan pajak progresif. Jadi benar-benar orang yang mampu mendapat potongan yang besar. Yang tidak mampu ? jangan dipotong donk. beri subsidi. Namun juga harus disadari bahwa hal ini membutuhkan kerjasama antar departemen, yang kita tahu di negara kita ini hal itu adalah hal yang sangat sulit. Jadi paling mudah ya suruh saja pertamina naikkan harga.
Pemerintah ini,jika kita melihat dengan hati yang jernih, memang mengambil jalan yang paling mudah. Jalan yang sulit itu dihindari. Walaupun saya sangsi juga, buat siapa saja jika mereka berkuasa apakah bisa menyelesaikan permasalahan seperti ini dengan tegas. Maksud saya apakah mereka dengan berani bilang “hei kamu dept A, hapuskan korupsi dan lakukan efisiensi” misalnya. Bisa jadi mereka akan kehilangan kekuasaan, karena kerajaan-kerajaan kecil itu begitu kuat.
Yah intinya, ayo masyarakat tuntut hak kita. Buat pemerintah, harus lebih berani melangkah. Walaupun itu sulit dan penuh tantangan, pasti masyarakat akan mendukung. Yang jelas ketika menjadi pimpinan, itu adalah amanah. Tanggung jawab di bawa sampai ke hari akhir dan menjadi catatan ketika menghadap Sang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: