Beladiri dan Asuransi Kesehatan

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk memberi argumen bahwa kalo anda ikut beladiri kemudian akan mendapatkan discount pada polis Asuransi Kesehatan anda. Tidak sama sekali. Tetapi sekedar peng-analogi-an sebuah proses belajar beladiri dan fungsi asuransi kesehatan.

Asuransi, kata tidak ada padanan katanya (sejauh pengetahuan saya) yang bisa kita dapatkan dari bahasa daerah. Kata ini merupakan adopsi dari kata insurance yang menurut wikipedia berarti is a form of risk management primarily used to hedge against the risk of a contingent loss. Yang saya sederhanakan menjadi manajemen resiko untuk menhindarkan kerugian. Nah, makhluk apa lagi ini resiko. Risk diterjemahkan menjadi resiko, dan kebetulan belum pernah bisa saya temukan padanan katanya di bahasa daerah di Indonesia. Risk diartikan di wikipedia sebagai a concept that denotes a potential negative impact to some characteristic of value that may arise from a future event. Sebuah tindakan untuk mengurangi kemungkinan kerugian yang lebih besar di masa nanti. Jujur saja, jika sebuah kata tidak bisa kita temukan padanan katanya di dalam bahasa daerah, artinya hal tersebut tidak ada dalam budaya kita. Jadi memang budaya kita ini tidak mengenal resiko.

Belajar beladiri bagi saya tidak ada bedanya dengan memiliki asuransi kesehatan. Belajar beladiri bukan mengantarkan seseorang menjadi jagoan kampung.

Beladiri bisa disamakan dengan Asuransi Kesehatan. Jika kita membeli asuransi kesehatan, kita membeli sesuatu yang jika kita sakit, maka biaya sakit itu akan di bayar oleh si perusahaan asuransi. Nah, belajar beladiri juga demikian. Dengan belajar beladiri, kita membeli waktu yang kita miliki untuk mencegah terjadinya kejadian fatal jika sekiranya kita dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan kita untuk bak-bik-buk dan gubrakk (dibaca:berkelahi untuk membela diri). Oleh karena itu bisa diartikan pula bahwa belajar beladiri itu bukan untuk berbuat menantang maut. Bukankan ketika membeli asuransi kesehatan lantas kita mencari cara untuk sakit ? tidak bukan ? Belajar beladiri juga tidak lantas menjadikan diri kita orang yang senang menantang maut, orang yang jumawa dan menantang siapa saja untuk diajak adu kekuatan. Karena harus diingat bahwa dengan tindakan itu akan menimbulkan resiko mendapat musuh dalam hidup kita dan bisa pula membawa resiko cedera bahkan kematian.

Atau, jangan-jangan masih banyak yang berpikiran demikian ? Buat anda para pelajar dan mahasiswa, resiko sakit dan cedera yang bisa jadi permanen akan sangat merugikan bagi masa depan anda. Tidak sebanding dengan pengorbanan orangtua yang telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menyekolahkan kita. Masa depan masih jauh lebih berharga dibandingkan dengan tindakan yang menuruti aliran adrenalin dan hawa nafsu sesaat.

Ada lagi yang harus diingat, ada kata-kata bijak yang mengatakan “mempunyai teman seribu orang itu kurang, dan memiliki musuh satu orang itu terlalu banyak”

Selain itu, beladiri juga memang berhubungan langsung dengan asuransi kesehatan. Ya tidak langsung sih, dengan latihan beladiri kita juga otomatis melakukan olah raga. Berjalan satu jam memperpanjang usia jantung kita satu hari. Itulah moto yang harus kita ingat. Juga di banyak beladiri menekankan bahwa ” mengalahkan diri sendiri adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. dengan beladiri kita belajar untuk menguasai diri sendiri”. Sehingga dengan beladiri kita berlatih untuk selalu melakukan mawas diri.

Jadi, jika anda belajar beladiri, tetapi anda belum bisa menguasai diri sendiri , anda harus bertanya kepada diri anda sendiri. Sudahkah berlatih dengan benar dan benar-benar mengetahui esensinya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: